Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Dipotong dari Dana BOS, Kadis Pendidikan Padang Lawas Diduga "Panen" dari Sampul Sarung Raport

  Palas | suaraburuhnasional.com - Berbagai kritikan terus mendera Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas dari warganya. Kritikan itu selain da...



 
Palas | suaraburuhnasional.com - Berbagai kritikan terus mendera Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas dari warganya. Kritikan itu selain dana BOS Afirmasi yang dikorupsi, kini soal sarung raport (sampul) anak Sekolah Dasar (SD). 

Menurut keterangan salah satu mantan Kepala Sekolah yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa setiap Sekolah Dasar untuk muridnya kelas 1 sampai 5 diberi raport yang sudah bersarung plastik dan sampul dengan nilai harga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) yang dananya dibebankan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada setiap Sekolah Dasar dan masih dipungut dari Orangtua Murid/wali murid sebesar Rp.20.000,- sampai 40.000.

Sama halnya keterangan disampaikan salah satu wali murid berinisial RJH kepada media online ini, bahwa pembebanan biaya sampul raport itu diakui beberapa Kepala Sekolah Dasar, dari data dinas Pendidikan Padang Lawas yang diakses melalui Google tampilan Badan Pusat Statistik (BPS - Palas) ada 180 Sekolah Dasar (SD) seluruh murid SD yang ada di Padang Lawas 37.363 x Rp. 50.000, = Rp Rp.1.868.150.000  mulai dari kelas 1 sampai 5 dengan Kurikulum K13 dan untuk murid kelas 6 bervariasi karena masih ada sekolah yang memakai kurikulum KTSP Tahun 2007. 





Sementata beberapa kalangan masyarakat menilai pemotongan dana BOS untuk biaya pembelian sarung sampul raport itu, diduga Kadisnya melalui Kepala Sekolah sudah jualan sampul dan aksi ambil untung yang besar, sebab jika di pasaran sarung sampul itu paling senilai tujuh belas ribu rupiah saja. 

Banyak kali untung Kadis Pendidikan itu ambil keuntungan dari jualan sampul sarung paport, hingga ratusan juta bahkan milliyaran rupiah,"ujar warga yang namanya tidak mau ditulis dalam media online ini.

Berkaitan dengan pemotongan Dana BOS untuk pembelian sampul raport, pihak terkait terus menghindar. Beberapa kali awak media ini ke kantor Dinas Pendidikan Palas tidak pernah berhasil bertemu. (Amh/tim)

Tidak ada komentar