Aceh Tenggara | suaraburuhnasional.com - Pengerjaan Proyek Pembangunan Lapangan Tenis diduga menjadi bermasalah pasalnya sebagian tembok ada...
Aceh Tenggara | suaraburuhnasional.com - Pengerjaan Proyek Pembangunan Lapangan Tenis diduga menjadi bermasalah pasalnya sebagian tembok ada yang tidak memakai pondasi.
Proyek Pembagunan Lapangan Tenis Tahun Angaran 2021 yang berlokasi di Samping Stadion Sahadat. Selaku Pelaksana CV Datuk Raja Matdewa, Jumlah anggaran 1.281.482.000 dengan sumber dana Angaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tenggara diduga tidak sesuai spek teknis, pasalnya sebagian tembok pembatas tidak memakai pondasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Indra kepada suaraburuhnasional.com, Selasa (27/7/2021) melalui selulernya menjelaskan titik nol pondasi tepatnya samping kantor PWI agak atas sedangkan kondisi yang tidak memakai pondasi kondisinya agak rendah jadi walaupun tidak memakai pondasi pihak rekanan sudah memasang batu kali sebagai ganti pondasinya. Saya juga sudah turun ke lokasi untuk memantau pekerjaan bila tidak sesuai dengan spek maka kita minta pihak rekanan untuk memperbaikinya.
Menagapi hal tersebut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Governance Watch (AGW) Muchlis mengatakan, semestinya semua tembok memakai pondasi tidak bisa jadi alasan lokasi yang tidak memakai pondasi karena kondisi agak rendah, sehinga memasang batu kali sebagai ganti pondasi. Karena consultan perencanaan sudah membuat RAB bahwa tembok tersebut semua memakai pondasi. Akibat tidak memakai pondasi otomatis kekuatan bangunan tersebut berkurang.
Mukhlis menambahkan, pihaknya meminta pihak PPK agar menekankan kepada pihak rekanan untuk bekerja sesuai dengan RAB agar kwalitas pembagunan tersebut sesuai yang direncanakan. (Dinni)








Tidak ada komentar