Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Tertahan 32 Hari di Rumah Sakit, Ketua DPRD Sergai Datang Menjenguk

Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Pasien bernama Susi Handayani (29) terpaksa melahirkan di Rumah Sakit Umum Sawit Indah melalui op...




Serdang Bedagai | suaraburuhnasional.com - Pasien bernama Susi Handayani (29) terpaksa melahirkan di Rumah Sakit Umum Sawit Indah melalui operasi caesar. Ibu Susi yang juga tergolong warga miskin ini tertahan selama 32 hari, karena tidak bisa membayar biaya persalinannya.

Mendengar hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Serdang dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM datang menjenguk dan sekaligus memberikan bantuan kepada Susi istri dari Rudi Prasetyo (30) warga Lingkungan IX Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (24/7/2021) pagi.

Kedatangan Ketua DPRD Sergai tersebut, disambut langsung oleh Humas RSU Sawit Indah Iwan Sahputra, Kepala Perawatan Rahmat Hidayat, Kasi Trantib Kecamatan Perbaungan Zulkifli Hasibuan, Lurah Tualang Prayetno, Kepling IX, dan Bidan Desa Yuni.

Di sela-sela kunjungan itu, Ketua DPRD Sergai dr M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM kepada wartawan menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah, hari ini dirinya bisa menjeguk salah satu warga Kelurahan Tualang yang dirawat di RSU Sawit Indah pasca persalinan. Dikarenakan tidak ada biaya, dan sempat berdiskusi dengan pihak RSU Sawit Indah untuk mencari solusi bersama dan jalan terbaik..

"Saya sangat berterima kasih kepada pihak RSU Sawit Indah dimana pihak rumah sakit sudah membantu warga kita yang kurang mampu dengan memberikan banyak potongan pembiayaan dan juga fasilitas pelayanan kesehatan yang baik. Kita harus saling bergotong royong bersama untuk membantu masyarakat Serdang Bedagai,"ungkap Politisi Muda asal Gerindra itu.

Semebtar dari keterangan Susi mengatakan,ia melahirkan anak pertamanya,karena tidak bisa melahirkan secara normal,dan harus dirujuk ke rumah sakit melalui dioperasi caesar. "Waktu itu saya masuk rumah sakit tanggal 22 Juni 2021 bulan lalu, dan sudah 32 hari disini karena gak ada biaya untuk operasi",bilang Susi didampingi suaminya Rudi Prasetyo.

Ditambahkan suaminya Rudi, meski anaknya lahir dengan selamat mereka terpaksa harus tinggal karena tidak bisa membayar biaya operasi yang telah dilakukan. "Saya gak punya BPJS Bang, kerja saya serabutan kadang ikut ngarit sawah, kadang ambil upahan orang, sehari cuma 30 ribu itupun kalau ada kerjaan", imbuhnya.

Jangankan BPJS sebut Rudi, administrasi kependudukannya juga tidak ada sehingga menyulitkannya memperoleh bantuan dari Pemerintah. "Ya data kependudukan kami belum ada, karena kami baru saja menikah,"tutupnya.

Pada kesempatan itu, Lurah Tualang Prayetno mengatakan, terkait adanya kekurangan data kependudukan, maka Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Tualang akan berupaya membantu admistrasi kependudukan pasangan suami istri Rudi Prasetya dan Susi Handayani. "Rudi Prasetya memang benar merupakan warga Tualang dan masih ikut KK orang tuanya. Selanjutnya pihak Kelurahan akan membantu kekurangan biaya persalinan,"ujarnya

Humas RSU Sawit Indah, Iwan Sahputra kepada wartawan menjelaskan bahwa biaya perawatan selama 32 hari di RSU Sawit Indah sudah diberikan keringanan karena melihat kondisi ekonomi Pasutri tersebut.

"Awalnya total biaya persalinan operasi dan perawatan selama 32 hari berjumlah Rp 8.400.000, namun dengan rasa kemanusiaan pihak RSU Sawit Indah memberi keringanan biaya kepada keluarga ibu Susi dengan hanya  membayar Rp 4.900.000,-," bebernya. (Hery)

Tidak ada komentar