Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Tersulut Emosi, Ketua BPD Desa Matabesi Memprovokasi Hingga Warga Adu Jotos

NTT | suaraburuhnasional.com - Tepat pada tanggal 4 Agustus 2021 saat diadakan rapat terbuka yang digelar oleh Pemdes Matabesi Kecamatan Bib...




NTT | suaraburuhnasional.com - Tepat pada tanggal 4 Agustus 2021 saat diadakan rapat terbuka yang digelar oleh Pemdes Matabesi Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten TTU Provinsi NTT yang semulanya berjalan aman dan kondusif harus berujung pemukulan terhadap salah seorang masyarakat. 

Peristiwa ini disinyalir bermula dari aksi provokatif dari Ketua BPD Desa Matabesi yang berinisial PFT dan korban yang berinisial FF (57) mengatakan kepada wartawan saat diwawancarai melalui via telepon menyatakan, bahwa saya awalnya ingin menguraikan kronologis kejadian pada hari itu.

Saya lihat Ketua BPD marah dan bangun dari tempat duduknya lalu datang ke arah salah satu masyarakat yang bernama Silvester, dan saya bangun untuk meleraikan mereka. Saya bilang bicara baik baik saja karena sebuah masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin bukan dengan cara kekerasan apalagi kita lagi di balai Desa/Kampung. 

Namun dari arah belakang datanglah Ketua BPD Desa Matabesi yang inisial FT dan FT adalah kakak kandung dari Ketua BPD Desa Matabesi lalu memukul saya dan terjatuh ditanah dan saya sampai tasalah (keseleo),"ungkap Fransiskus

Korban yang merasa tak bersalah, lalu bergegas mencari pelaku dan menanyakan apa motif pemukulan terhadap dirinya. "Saya bangun dan cari FT saya bilang FT kenapa pukul saya," pungkasnya.

Sementara itu keterangan lain diungkapkan oleh korban ST (56) saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon seluler mengatakan. Saya ikut rapat hari itu. Namun Ketua BPD Matabesi memprotes dua nama Tim Relawan Covid-19 yaitu Erlon dan Daniel untuk dicoret dan memarahi Ida Operator Desa. 

Saya lihat Ida berusaha menjelaskan tapi Ketua BPD kelihatannya sudah sangat emosi. Spontan saya meminta waktu bicara, namun seketika respon Ketua BPD langsung datang ke arah saya sambil menunjuk muka saya," tuturnya.

Korban menyayangkan aksi tidak terpuji dari pelaku yang inisial PLT apalagi PLT adalah salah satu aparat di desa tersebut yang menjabat sebagai Ketua BPD di Desa Matabesi dan pelaku PLT juga seorang Guru SMPN Satu Unina.

Ya saya tidak habis pikir. Kenapa pelaku PLT ini seorang tenaga pendidik, harusnya lebih bijak dan santun dalam situasi apapun. Di lain sisi beliau juga merangkap ketua BPD Desa Matabesi semestinya pakai cara musyawarah mufakat, lagipula ini di dalam kantor Pemerintahan Desa, tentu diselesaikan dengan baik.

Korban juga mengharapkan agar kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa serupa, tentu ini bukan cara yang baik sudah tidak jamannya pakai kekerasan apalagi sampai melibatkan keluarga seperti adik kakak pelaku bergerombol untuk berkelahi. 

Kedepannya jangan ada lagi seperti ini karena Negara Indonesia Negara Hukum dimana hati Nurani Kalian sebagai seorang aparat Desa apalagi kamu seorang guru pendidik. Tuturnya sembari menutup pembicaraan. Hingga berita ini diturunkan media karena wartawan sudah mengkonfirmasikan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Kepolisian Sektor Biboki Selatan. (Tim)

Tidak ada komentar