Palas | suaraburuhnasional.com - Belanja online yang didengungkan - dengungkan pemerintah sebagaimana yang dipaparkan Presiden Joko Widodo p...
Palas | suaraburuhnasional.com - Belanja online yang didengungkan - dengungkan pemerintah sebagaimana yang dipaparkan Presiden Joko Widodo pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 diduga disalah artikan oknum karyawan toko sepeda listrik yang beralamat di Jl. KH Hasyim Ashari No. 24, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 65119.
Pasalnya dengan cara bermodus dengan meminta dan menjanjikan pelanggan/konsumen melalui uang muka (DP) 50% baru proses pengepakan paket dilakukan dengan pengiriman lewat cargo.
Akan tetapi setelah uang DP ditransfer konsumen ke Rekening BRI 458601015432537 yang bersangkutan atas nama Ardi sebagai bendahara toko tersebut, ironisnya pihak toko tak kunjung mengirimkan barangnya.
Hal inilah yang dialami salah satu konsumen yang berbelanja online di toko ini berinisial AH warga Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara, yang pada hari Senin (26/7/2021) puul 10:58:56 WIB dengan mentransfer uang sebanyak 200.000.- ditambah dengan transfer berikutnya 200.000,- sesuai janji kesepakatan DP 400.000,-.
Akan tetapi oknum yang bersangkutan mangkir dan mengatakan barang tidak bisa dikirim lalu digudangkan dengan alasan bayaran harus full seharga yang tertera di brosur sebesar Rp 850.000,-. Padahal percakapan/chatting di WhatsApp yang masih disimpan korban, oknum tersebut mengatakan segera dikirim apabila DP nya sudah pas Rp.400.000,-.
Hal ini sungguh disayangkan dan kasus ini akan segera dilaporkan ke pihak yang berwajib Kepolisian Negara RI. Demikian disampaikan konsumen atas nama inisial AH kepada wartawan media cetak dan online ini. (Ikhwan)







Tidak ada komentar