Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Breaking News

latest

Sosialisasi Sispena 3.1 dan STTPA Review 2021 Serta Kurikulum Darurat Raudhatul Athfal Berlangsung Sukses

Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Sosialisasi Sispena 3.1 dan STTPA Review 2021 serta Kurikulum Darurat Raudatul Athfal se-Sumatera U...




Tebing Tinggi | suaraburuhnasional.com - Sosialisasi Sispena 3.1 dan STTPA Review 2021 serta Kurikulum Darurat Raudatul Athfal se-Sumatera Utara (Sumut) yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis (4-5/8/2021) bertempat di Aula Hotel Malibou Jalan Sudirman Kota Tebing Tinggi berlangsung sukses. 

Selain dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), sosialisasi ini juga dilakukan secara Virtual selama dua hari. Kota Tebing Tinggi  dipercaya sebagai tuan rumah dengan jumlah pesertanya sebanyak 50 orang berasal dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. 

Sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Drs. Syahrul Wirda, M.M. didampingi para Kasi Sarpras dan bertindak sebagai pemberi materi serta pengarah bagi para peserta sosialisasi. 

Drs. Syahrul Wirda M.M. dalam arahannya meminta agar dapat menjalin kerja sama antara Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) dengan Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) mengingat bahwa KKGRA itu merupakan binaan dari pada KKRA. Jadi, KKGRA itu adalah wadahnya para guru, sedangkan KKRA adalah wadahnya Kepala Sekolah, maka jika guru melaksanakan kegiatan seyogianya haruslah seizin dari Kepala Sekolah. Oleh karenanya, maka semua haruslah bersinergi," ungkapnya. 






Sementara itu, Sapriadi, S.Pd.I. (foto) selaku Ketua Panitia Pelaksana saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa sosialisasi kali ini sekaligus pengukuhan para KKRA dan KKGRA se-Sumatera Utara Periode Tahun 2021-2024.

Sapriadi, S.Pd.I. menambahkan, kiranya sosialisasi ini membawa perubahan bagi para peserta untuk diterapkan di daerahnya masing-masing dan kedepan nantinya ada perbedaan antara TK yang ada pada Dinas Pendidikan dengan RA. 

Semoga bagi para peserta yang telah mengikuti sosialisasi, nantinya mampu mencoba mencari formula baru untuk diterapkan agar anak anak yang tamat dari RA ini pandai melaksanakan shalat dan membaca Al-Quran," pesannya.

Selanjutnya, awak media menanyakan tentang biaya pelaksanaan acara ini apakah ada bantuan dari pemerintah. Secara tegas Sapriadi mengatakan tidak ada. "Tidak ada, semua biaya merupakan patungan, tetapi ada juga bantuan dari donatur yang bersimpati terhadap pendidikan ikut membantu. Mudah mudahan kedepan nantinya keberadaan RA ini semakin berkembang, terutama di Kota Tebing Tinggi yang saat ini berjumlah 28 unit kelak akan bertambah," pungkas Sapriadi. (Alfian Haris)

Tidak ada komentar